PENGENDALIAN MUTU

STANDAR QUALITY CPO     FFA (FREE FATTY ACID )            < MAX   3 %     MOIST   (KADAR AIR)               < 0.20 %     DIRT   (KADAR KOTORAN)     < 0.02 %     DOBI                                             >   3.00   FFA atau asam lemak bebas adalah senyawa asam karboksilat suku tinggi yang terpisah dari gugus gliserida.   •       (Hidrokarbon jenuh/tidak jenuh)R-COOH   Aktivitas biochemical enzyme lipase-oksidase pada molekul minyak ( gliserida )merupakan penyebab utama pembentuk FFA. ...

Teknik Proses Pengolahan Pabrik Minyak Kelapa Sawit

PROSES STERILISASI, yaitu proses pemasakan TBS didalam bejana bertekanan dengan tekanan uap tertentu untuk mempermudahkan proses TBS selanjutnya.
TUJUAN STERILISASI
Untuk mempermudah buah lepas dari tandannya. 
Untuk mengecilkan janjangan agar mudah dibantingan. 
Untuk menghentikan enzim yang memproduksi FFA dalam CPO. 
Untuk melunakan buah bagian luar agar mudah dalam pengepressan. 
Untuk membantu memepermudah pemecahan noten/Biji. 

TARGET HASIL ST .PEREBUSAN

%USB maksimal 2% 
•Kondensat normal (tidak berminyak) oil di condensate < 2% O/WM 
• %kehilangan minyak di janjang kosong maksimal 1.95%O/WM atau 0,38 % terhadap TBS 
•%kehilangan minyak di brondolan terikut di janjang kosong 0,30%/sampel atau 0,02%terhadap TBS. 
• %Kehilangan kernel di brondolan terikut di janjang kosong maksimal 1.5 % persample 0,05 %terhadap TBS. 
•Pastikan sistem perebusan triple peak berjalan dengan baik 
• Pastikan Proses Pengeluaran condensate berjalan dengan lancar 
• Pertahankan tekanan uap saat merebus 2.8- 3 bar 
•Waktu perebusan cukup 85 - 95 menit disesuai dengan kondisi TBS 
•Jika kondisi TBS di dalam rebusan sudah masak langsung di keluarkan

TARGET HASIL PENGOLAHAN ST THERESING

Effisiensi Operasi ST Threshing dapat diketahui: 
1. Prosentase brondolan tidak lepas ( USB) 
2. Brondolan hilang ( Fruit Losse ) 
3. Minyak hilang pada janjangan kosong.

% 2 USB maksimal 
• %kehilangan minyak di janjang kosong maksimal 1.95 %O/WM atau 0,38 % terhadap TBS 
•%kehilangan minyak di brondolan terikut di janjang kosong 0,30%/sampel atau 0,02%terhadap TBS. 
• %Kehilangan kernel di brondolan terikut di janjang kosong maksimal 1.5 %/sampel atau 0,05%terhadap TBS. 

HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN SELAMA PROSES . 

• Penuangan di tippler harus diatur agar tidak overload. 
•Brondolan yang jatuh di sekitar tippler, lantai bunch elevator, fruit conveyor, dan elevator harus dibersihkan segera dan dimasukkan ke fruit conveyor. 
•Kotoran minyak yang berjatuhan di lantai dibersihkan dengan fiber. Selanjutnya, fiber dimasukkan ke fruit conveyor. 
•Janjangan kosong yang menyangkut pada kisi-kisi thresher dan conveyor empty bunch harus selalu dibersihkan. 
• Bila saat operasional ditemukan benda asing atau terdengar suara yang mencurigakan pada peralatan, harus dilakukan pemeriksaan. 

TARGET HASIL PENGOLAH  ST  PRESSING

Melalui proses pengadukan dan pengempaan, diharapkan diperoleh minyak dari daging buah (mesocarp) secara maksimal dengan oil losses serendah mungkin dan Broken Nut yang minimum. Standar total kehilangan minyak (oil losses) dan nut pecah (broken nut) di proses pengempaan sebagai berikut. 

1) Kehilangan minyak di fiber pres: < 4.2 % O/WM atau 0.54 % terhadap TBS 
2) Broken nut to total nut: < 15% / sample

Hal – Hal yang harus di perhatikan dalam Operasional digester : 
1. Isi dari digester harus min ¾ penuh. 
2. Lama diaduk di dalam digester min. 15 menit. 
3. Temperatur di dalam digester harus diatas 90 ° C. 
4. Digester harus ada pipa pembuangan minyak dan dibuka sesuai dengan keperluannya. 
5. Tidak boleh diinjeksikan air dalam digester. 
6. Putaran digester dipertahankan 20 – 23 Rpm. 
7. Arm dan retarder tidak boleh aus.

Hal – hal yang harus diperhatikan dalam Operasional Screw Press: 
1. Kecepatan putaran Worm Screw 10 – 12 Rpm. 
2. Pembuangan minyak dari chute harus kontinu tidak boleh sumbat. 
3. Tekanan Hydraulik Cone rata – rata 50- 70 bar. 
4. ampere Hydraulik 30 – 40 amp 
5. Screw tidak boleh aus 
6. Periksa kembali proses perebusan apakah telah sesuai dengan kondisi buah yang akan di rebus 
7. Kosongkan fiber bila kondisi tidak beroperasi.

TARGET HASIL PENGOLAHAN ST CLARIFIKASI

Melalui proses pemurnian minyak di stasiun pemurnian, diharapkan dapat diperoleh CPO produksi yang berkualitas baik dan kehilangan minyak yang minimal. Adapun standar kualitas yang ditetapkan sebagai berikut. 
1.FFA : < 3.50 % 
2.Kadar air (moisture) : < 0.20 % 
3.Kadar kotoran (dirt) : < 0.030 % 
4.DOBI : > 2.70 
5. Oil losses di sludge separator : < 1 % terhadap sample. 
6.Oil loses di solid 0.06 % terhadap TBS 
Oil losses di final effluent < 1 % terhadap sample dan 0.55 terhadap TBS

TARGET HASIL PENGOLAHAN ST KERNEL
Adapun standar kualitas yang ditetapkan ialah sebagai berikut. 
1. Kadar air kernel : maksimal 7,00% terhadap sampel 
2. Kadar kotoran (dirt) : maksimal 7,00% terhadap sampel 
3. FFA kernel <1 % 
4.Kernel pecah (broken kernel) : maksimal 15,00 % terhadap sampel 

Total kehilangan kernel (kernel losses) di stasiun pemisahan kernel maksimal ialah sebagai berikut. 
1. Kernel losses di fibercylone : 1.1 % terhadap sampel /0.13 % terhadap TBS 
2. Kernel losses di LTDS : 1.85 % terhadap sampel /0.06 % terhadap TBS 
3.Kernel losses di hydrocylone: 2,8 % terhadap sampel /0.06% terhadap TBS 
4. Kernel losses di fruit: 1.1 % terhadap sampel 0.05 % terhadap TBS 

Semoga bermanfaat..👷

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PENGENDALIAN MUTU

Bagaimana Cara Menurunkan FFA CPO Produksi di PKS